Ngulik LXC dan Saya Nyerah…

Beberapa hari terakhir saya belajar tentang konsep LXC dimana untuk penggunaan konvensional saya rasa lebih efisien LXC. Namun beberapa hari terakhir saya spending server untuk 2 server dan mencoba setup LXC dan beberapa kontrol panel virtualisation, nampaknya saya mulai menyerah…

Konsep LXC

Dulu waktu kuliah saya melihat beberapa sumber kalau LXC itu adalah tipe virtualisasi. Namun, ketika berkecimpung di dalam industri IT khususnya virtualisation, kini teori itu saya rasa kurang benar. LXC atau Linux Container memang dapat membuat beberapa vm guest sesuai project, namun itu tidak benar-benar terisolir 100%.

Faktanya LXC masih menggunakan kernel yang sama dengan bawaan Host server itu sendiri. Bahkan beberapa fungsi masih harus ikut andil dari Host server atau belum sepenuhnya kernel standalone. Namun secara file data, yes memang terisolir.

Namun itu bukan berarti ilmu yang kita dapatkan tidak berguna, akan tetapi ilmu yang kita miliki dan praktekkan sifatnya expanding dari waktu ke waktu.

Control Panel LXC

Faktanya tutorial instalasi LXC itu lebih besar ke Debian atau Ubuntu ketimbang RHEL. Karena dari sekian banya tutorial yang saya cari di Internet hanya sedikit yang menyediakan guide pada keluarga RHEL, seperti AlmaLinux. Tapi sebenarnya itu bukan masalah yang serius bagi saya hingga mengatakan menyerah. Alasan sebenarnya adalah…

Tidak Ada Web GUI

Jika kalian mencari LXC web GUI kemudian menemukan URL LXC Web Panel di https://lxc-webpanel.github.io/ maka sebaiknya lupakan saja. Nampaknya control panel tersebut di design untuk Ubuntu pada versi 12, 14 dan 16 saja. Sedangkan kalau menggunakan Ubuntu sekarang misal 20 saya pastikan tidak bisa. Perlu diingat juga, control panel ini hanya bisa digunakan pada Ubuntu.

Hal yang perlu diingat bahwa python3 saat ini terdapat komponen yang dihilangkan. Sehingga saat install control panel ini tidak bisa. Dimana Web GUI tersebut membutuhkan komponen python tersebut. Bahkan saya lihat di github bagian issue, banyak yang bertanya namun nampaknya perlu waktu untuk menjawabnya.

Kesimpulan

Ketika sudah berpetualang ke sana kemari ternyata kita sampai pada inti masalah ini bahwa LXC memang saat ini agak suck. Dan saya mungkin akan menggunakan Proxmox untuk versi gratis. Jika berbayar, saya mungkin akan memikirkan untuk menggunakan CentOS 7 dengan dukungan Virtualizor dimana masih support running beberapa OS elevate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *