Program KDM : Kirim Anak Nakal ke Barak TNI

siswa tawuran

Halo sampurasun semua, begitu salam yang dibuka oleh Pak KDM alias Kang Dedi Mulyadi selaku gubernur Jawa Barat saat ini. Salah satu program yang ia cetuskan yaitu mengirim anak nakal ke barak TNI, ternyata mendapat banyak dukungan dari para orang tua. Namun di lain sisi ada yang tidak setuju, contohnya Komnas HAM.

Problem Anak Nakal

Sebenarnya saya kurang suka menggunakan istilah anak nakal, namun realitanya sikap anak di rentang SMP hingga SMA ini sudah di level yang sangat meresahkan masyarakat. Apalagi kalau bukan yang namanya tawuran. Benar, kegiatan yang tidak berfaedah ini sudah ada dari dulu, apalagi Jawa Barat. Biasanya dimulai ketika siswa memasuki SMP hingga memasuki SMA.

Kita semua tidak boleh tutup mata kalau memang benar kegiatan tawuran antar sekolah adalah masa kelam bagian dari sejarah pendidikan kita. Tapi dari dulu hingga sekarang belum ada yang memberikan solusi konkrit penyelesaian. Yang ada entah itu pakar orang tua, pakar psikolog, atau pakar apapun itu mereka hanya berkomentar, berpendapat, berspekulasi, menjelaskan di depan televisi atau seminar saja.

Dampak Negatif

Kalau kalian suka lihat anak sekolah tawuran di salah satu Youtube atau melihat secara langsung kalian bisa tahu, sebenarnya dampak negatif yang paling terdampak itu siapa. Berikut beberapa dampak negatif siswa tawuran :

  • Cidera fisik.
  • Korban jiwa.
  • Mengganggu ketertiban umum.
  • Contoh buruk bagi adik-adik SD.
  • Kerugian materil.
  • Kerusakan infrastruktur umum.
  • Pengaruh buruk pergaulan.

Dari semua yang disebutkan, apakah orang tua bisa membereskan semuanya? Ternyata tidak. Orang tua bisa menyelesaikan beberapa poin di atas, namun tidak bisa 100% dari orang tua saja. Pertemanan, pengaruh pergaulan, pengaruh buruk film, dan banyak lagi.

Kata Komnas HAM

Berita ini saya tarik dari Tempo, katanya Komnas HAM rencana gubernur Jawa Barat kirimi anak nakal ke barak TNI katanya tidak berdasar. Karena katanya TNI itu tidak berwenang melakukan edukasi. Tapi mohon maaf Komnas HAM, kalau tidak ada TNI sebagai sarana edukasi, bagaimana dengan nasib adik-adik kita yang berada di perbatasan sana? Semua dari pembangunan hingga pendidikan, bahkan urusan perut semua TNI yang ada di garis depan.

Dukungan ke KDM

Kalau saya cek di berita saat ini sebagian besar mendukung rencana Pak Dedi, mari kita lihat.

Tuh lihat, Panglima TNI kita siap mendukung program barak militer untuk siswa.

Kemudian ada Pemkot Bekasi yang siap mendukung, bahkan dalam artikel yang disajikan mereka menyiapkan dua barak militer lho!

Ternyata Pemkab Cirebon tidak mau kalah! Mereka mendukung program KDM juga tuh. Semoga konsisten diteruskan yah.

Ternyata Purwakarta tidak mau kalah bos. Sudah diterapkan dan sudah pasti sangat mendukung ini.

Program Bina Militer

Sebenarnya program pembinaan lewat militer ini sudah dijalankan oleh Pak Dedi sejak 2 Mei 2025. Karena wilayah Jawa Barat cukup luas, rasanya tidak mungkin bisa serentak. Ia mengatakan bisa dimulai dari daerah yang paling rawan terlebih dahulu. Maksudnya daerah yang rawan suka tawuran dan siswa bergerombol nakal. Kemudian TNI sudah menyiapkan 30-40 barak khusus untuk pelaksanaan program ini. Peserta yang dipilih adalah kesepakatan antara sekolah dan orangtua, pada prioritas siswa yang terindikasi pergaulan bebas maupun berbau tindak kriminal.

Semoga program ini bisa jadi solusi bagi siswa yang suka nakal apalagi tawuran dan semoga bisa mengurangi kecenderungan tersebut khususnya di Jawa Barat terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *