Akhir Konflik Rusia dan Ukraina

konflik rusia ukraina

Akhir-akhir ini saya cukup mengikuti adanya konflik antara Rusia dan Ukraina. Disclaimer, tolong jangan bertanya siapa yang salah dan siapa yang benar. Ini tergantung darimana POV (Point of View) kamu. Di sini murni kita akan membahas kelanjutan dari konflik Rusia dan Ukraina. Karena perang yang berkepanjangan hanya membawa derita saja.

Usul Presiden Prabowo

Pernah ingat berita tentang Presiden Prabowo diundang di forum internasional menjadi pembicara dan diberikan pertanyaan bagaimana menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina?

Jadi pada waktu itu Pak Presiden Prabowo Subianto pernah mengatakan di forum internasional bahwa salah satu cara untuk mengakhiri konflik di Rusia dan Ukraina adalah gencatan senjata. Kemudian model yang bisa digunakan mirip seperti gencatan senjata Korea Utara dan Korea Selatan. Jadi hingga detik ini Korea Utara dan Korea Selatan belum mengakhiri perang secara resmi, namun mereka ada zona demiliteralisasi dimana itu adalah zona netral.

Trump Memakai Usulan Prabowo

Dan ternyata eh ternyata, tanpa di duga-duga Presiden Amerika ini, Trump menggunakan usulan yang pernah dilontarkan oleh Presiden Prabowo. Yaitu Trump mengusulkan rencana damai dimana membuat zona demilitirisasi sejauh 800 mile dan tidak boleh ada satu pun pasukan NATO, seperti yang dikutip dari DailyMail.

Tidak hanya itu saja, salah satu usulan Trump kepada Ukraina, yaitu Presiden Zelensky adalah agar tidak usah masuk NATO. Waduh sudah lumayan hutang banyak karena senjata, udah gitu tidak boleh masuk NATO juga lagi.

Bahkan Presiden Trump ini tidak main-main guys. Terbukti tim khususnya langsung gercep untuk menyusun rencana serta menyiapkan persiapan demi menuju perdamaian untuk Ukraina.

Mungkin kamu bertanya, daerah sejauh 800 mile atau setara dengan 1200 km-an tidak boleh ada pasukan NATO satu pun. Kemudian pihak Ukraina juga harus berkecil hati karena daerah aneksasi yang sudah direbut Rusia tidak bisa dikembalikan lagi. Otomatis secara luas daerah, negara Ukraina kehilangan teritori negaranya.

Acara yang dihadiri oleh 2 negara adidaya, yaitu Amerika dan Rusia di Alaska di Alaska tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Namun dari beberapa yang ada, di sini pihak Trump tentu lumayan melunak, karena mengikuti kemauan Rusia.

Bukti bahwa Trump melunak dan mengikuti kemauan Rusia adalah usaha mencapai perdamaian untuk negara Ukraina ini. Hingga saat ini masih belum paham, apakah Trump punya motif tertentu atau sekedar ingin mengejak nobel perdamaian dunia saja? Sebenarnya wajar saja sih, karena kata Presiden Trump, Amerika mengeluarkan setidaknya 350 billion USD untuk kebutuhan perang Ukraina.

Trum menambahkan, Presiden Zelensky harus cukup puas dengan keputusan tersebut (tidak masuk NATO) dan beberapa wilayah yang harus menjadi demiliterisasi sejauh 800 mile (teritori Ukraina). Karena pada dasarnya Presiden Zelensky yang memulainya, ujar Trump pada konferensi Pers.

Akhir kata, saya cukup senang kalau konflik di Rusia dan Ukraina ini berakhir, karena jika perang terus terjadi kasihan warga Ukraina dekat perbatasan. Karena ulah kepentingan yang lebih tinggi mereka lantas menjadi korban. Kasihan juga ekonomi Ukraina yang sudah hutang banyak ke Amerika. Gimana coba lunasin itu hutang segitu banyaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *