Sejak pertama kali Presiden Prabowo sebagai Presiden terpilih dan diresmikan pada tanggal 20 Oktober 2024, tidak sampai menunggu lama lahirlah Danantara Indonesia. Danantara adalah wujud komitmen nyata untuk pengelolaan investasi yang berkelanjutan. Jadi pada dasarnya Danantara itu semua sifatnya melakukan pengawasan dan penyatuan aset BUMN di Indonesia.
Apa itu Danantara?

Danantara mempunyai kepanjangan Daya Anagata Nusantara. Jika dikutip dari Wikipedia maka istilah Danantara ini memiliki makna Daya (energi/kekuatan), Anagata (masa depan), dan Nusantara (tanah air), yang sesuai dengan fungsinya sebagai badan pengelola investasi strategis pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Mengapa Danantara dibuat? Indonesia melihat role model Temasek, Khazanah sebagai pengelola utama aset negara dan mengatur serta mengawasi BUMN. Dengan role model tersebut, Danantara ingin meniru kesuksesan dari Temasek yang kini sukses membuat Singapura keluar dari jebakan defisit APBN. Institusi besar negara seperti Temasek di Singapura, dan Khazanah di Malaysia punya peran besar untuk melakukan efisiensi dan fokus ke investasi berkelanjutan jangka panjang.
Memangkas BUMN
Salah satu fokus dari Danantara saat ini adalah melakukan pemangkasan BUMN agar mencegah defisit lebih banyak, serta mengoptimalisasi profit. Coba tebak ada berapa jumlah BUMN di Indonesia?

Dicek dari detikfinance ada sekitar 1046 BUMN di Indonesia. Menurut COO Danantara, Dony Oskaria, Danantara akan memangkas BUMN menjadi 228 atau dipangkas menjadi 21.8% dari total ribuan BUMN yang ada.
Kinerja BUMN
BUMN sebagai tulang punggung negara atau backbone tentu memegang peranan penting dalam pembangunan Indonesia. Berapa sih laba bersih BUMN dalam beberapa tahun terakhir?

Data ini saya ambil dari Kementrian BUMN hingga 2023 semester 1. Secara statistik kinerja BUMN mempunyai peningkatan keuntungan net yang cukup tinggi di tahun 2022 pasca covid. Bahkan di tahun 2023 semester 1 saja sudah mencetak 180 Triliun. Artinya dari track record menunjukkan kalau BUMN ini lebih efisien lagi, mungkin bakal lebih meningkat.
BUMN Sakit

Daritadi kita membicarakan yang positif dan enak-enak saja. Mari kita lihat dari data statistik BUMN mana saja yang sakit dan mungkin terancam.
Menurut Danantara, ada total 14 BUMN sakit dimana 6 terancam di bubakarkan atau tenggelam. Artinya perusahaan ini benar-benar hanya menjadi beban BUMN saja.

Kemudian ada 4 BUMN yang berpeluang diselamatkan atau restrukturisasi. Lalu siapa saja list 14 BUMN yang sakit tersebut? Berikut listnya.

Aset yang dikelola Danantara
Danantara secara spesifik akan mengelola 7 BUMN besar seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, PLN, Pertamina, Telkom, serta Mind ID dengan total aset hingga Rp 15.000 Triliun.
Bentuk Pengawasan
Danantara ini seperti pisau bilah ganda. Satu sisi jika kita berhasil mengelola dan mengoptimalisasi dividen yang ada bisa mengoptimalkan pendapatan negara dan sudah pasti banyak hal positif yang kita dapatkan. Namun sebaliknya, jika seandainya Danantara ini gagal maka bisa gawat sekali. Oleh karena itu kita semua wajib mengawal Danantara.

Kalau menurut Transparency Internasional Indonesia, Danantara tanpa partisipasi bakal rawan korupsi. Jadi semua pihak wajib mengawal guys. Bahkan katanya dalam artikel tersebut digaris bawahi bahwa skandal korupsi yang ada di BUMN ini masih terjadi di dua dimensi, yaitu korupsi politik dan korupsi management. Bisa jadi konflik kepentingan atau memang aturannya masih belum jelas dan berpotensi di sabotase.
Akhir kata, semoga tercerahkan tentang Danantara Indonesia.