Dalam suatu video rapat antara Pak Purbaya dan DPR baru-baru ini, terekspos pembicaraan bahwa Pertamina katanya berjanji bakal bangun 7 kilang minyak dalam 5 tahun. Janji itu diutarakan ketika Purbaya masih berada di Maritim, beberapa tahun silam. Namun kini Pertamina tidak kunjung memenuhi janjinya.
Bangun Kilang
Bagi negera yang mempunyai sumber minyak, biasanya akan membangun kilang minyak agar menjaga bisnisnya tetap sustainable dan berkelanjutan. Selain menurunkan biaya produksi, anggaran pun akan semakin hemat dan efektif, bisa di manfaatkan ke sekotr lain. Contohnya kita lihat beberapa negara tetangga kita saja.
Namun menurut rapat tersebut, bagaimana dengan Pertamina? Baru di bahas dengan DPR beberapa hari lalu ada kilang minyak Pertamina di Dumai terbakar. Dan ini terjadi pada tanggal 1 Oktober 2025 lalu.

Terkesan Tidak ada Proteksi Khusus
Kalian lucu ga sih? Kilang minyak besar dan berbahaya dan sudah sertifikasi internasional bla bla bla saja bisa terbakar dengan mudah. Apakah ini permainan? Bisa jadi. Sebagai masyarakat atau orang awam kita tidak ingin tahu teknis detailnya seperti apa. Kalau memang sumber daya manusianya kompeten, seharusnya semua bisa dilakukan, seperti kebanyakan negara lainnya.
Ukraina dan timur tengah wajar kilang minyaknya bisa meledak dengan mudah. Mereka di rudal, di bom, lagi perang antar rudal jarak jauh. Lah ini Indonesia perang juga kaga, wilayahnya juga relatif aman, tapi kok bisa meledak sendiri?
Bisnis Pertamina
Seharusnya sebagai negara yang dulunya pernah jadi anggota OPEC seharusnya seiring berjalannya waktu Indonesia terus bertransformasi dan fokus kepada pengolahan minyak. Tapi nyatanya tidak semua minyak mentah yang ada di Indonesia bisa di kelola semestinya. Alhasil Pertamina harus import minyak CRUD dari timur tengah dan import minyak jadi jadi dari negara kecil tetangga kita Singapura. Kemudian dicampur zat aditif lain lalu dijual ke pelanggan.
Makanya jangan heran kalau harga Pertamina lebih tinggi daripada negara tetangga kita. Jelas, pengelolaan yang kurang matang mempengaruhi supply chain di seluruh Indonesia.
Jika Kilang Minyak Terpenuhi
Dari dulu hingga sekarang kita selalu klaim negara kita besar, luas, tapi infrastruktur sudah mulai membaik. Namun seiring infrastruktur membaik sepertinya Pertamina juga berlarut keenakan import minyak dari Singapura. Secara garis besar kilang minyak Pertamina jumlahnya ada 7 dan dari dulu selalu segitu terus. Nambah sedikit, berkurang tau-tau dibakar. Sudah seperti bisnis petasan.
Pertamina punya banyak orang hebat dan lulusan hebat di perusahannya. Tapi sangat sulitkah membangun kilang minyak ya minimal 1 tiap 2 tahun lah. Atau mafia-nya lebih kencang ketimbang kebijakan pemerintah?
Kalau mempunyai izin HALAL pada makanan aturannya sangat ketat dan pengawasannya ketat. Mengapa bisnis kilang minyak yang lebih mahal ini kok sangat mudah sekali dalam beberapa tahun kebakar terus. Lalu dimana itu sekuritas dan sertifikasi internasionalnya? Apakah penerapannya hanya di atas kertas saja?
Menagih Janji Pertamina
Nah bagaimana menurutmu? Apakah bakal ada drama kilang minyak terbakar lagi? Harapan kita Pertamina bisa mengurangi pasokan impor dan mulai berdikari. Mafia dan oknum sudah pasti ada, tapi bukan berarti tidak bisa untuk BERUBAH ke arah yg lebih baik.
Omong-omongan ini sampai seribu website atau blog pun tidak akan merubah. Harus ada orang yang mengawasi, Presiden yang selaras dengan nawacita publik. Serta pejabat di level atas yang memang punya ketegasan untuk pro ke masyarakat.