Mengulas Pertandingan Indonesia Filipina

Timnas Indonesia tahun ini sepertinya harus gagal masuk ke babak selanjutnya piala AFF 2024. Karena kalah 1 point dari Filipina. Padahal menurut saya Indonesia sudah bermain cukup bagus walau disertai beberapa blunder passing dan blunder kontrol bola. Namun secara keseluruhan pemain timnas rata-rata U20 atau timnas muda kita cukup baik dalam permainan.

Kiper Cahya

Penghargaan patut diberikan setinggi-tingginya kepada kiper timnas Cahya Supriadi. Meski kebobolan 1 goal dari Filipina, namun performa yang diberikan oleh pemain Bekasi City FC tersebut sangat bagus. Ia bisa menghalau bola dan berkali-kali menyelamatkan gawang dari serangan.

Kontrol Emosi

Ada satu hal yang menurut saya ada yang kurang sewaktu pertandingan Indonesia vs Filipina kemarin. Jika di lihat sepanjang pertandingan, Filipina selalu memberikan provokasi kepada pemain timnas Indonesia. Hal ini ditandai dengan diberikannya kartu merah kepada Ferrari. Sepertinya lawan sudah tahu, kalau melakukan provokasi atau memancing emosi bisa menjadi kunci kemenangan. Jadi kontrol emosi adalah satu hal yang penting.

Kualitas Striker

Sayangnya kualitas striker kita masih kurang. Dengan ketidakhadirannya Marselino memperparah lini serangan timnas. Namun pertandingan kemarin membuktikan kita terus berusaha dengan performa yang ada sampai batas akhir. Hanya saja kualitas tendangan atau finishing striker saat ini masih kurang. Kita membicarakan non pemain diaspora.

Wasit Tidak Berkualitas

Saya berani mengatakan wasit yang bertugas yaitu Koji Takasai menghasilkan keputusan aneh bin ajaib. Bahkan walaupun ada VAR yang bisa digunakan namun keputusan wasit tetap sangat merugikan pihak timnas. Secara umum hasil keputusan wasit yang dihasilkan sangat sangat memihak, dan seakan-akan sudah dijadwalkan siapa pemenangnya.

Saran Untuk PSSI

Saya merasa Indonesia tidak perlu masuk ke kejuaraan AFF. Kejuaraan tersebut hanya sekelompok negara Asean dengan pertandingan ala tarkam saja. Kalian bisa lihat kalau permainan di kejuaraan piala AFF mengandalkan otot dan fisik, layaknya pertandingan UFC. Padahal sepak bola adalah pertandingan dengan unsur taktik, kerjasama, teknik, dan tendangan indah. Bukan menggunakan kekerasan apalagi pura-pura sakit. Indonesia bisa berkompetisi di level yang lebih atas lagi. Hanya saja kurang pengalaman pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *