Sebelumnya saya sedang mencoba project Proxmox yang digunakan untuk selling NAT VPS, namun sempat terpikir jika saya punya beberapa node server bagaimana caranya untuk simplifikasi dan lebih mudah manage? Kemudian saya cari beberapa informasi di forum Proxmox kemudian sampailah dengan yang namanya Cluster Manager.
Simplifikasi
Sebelum saya membaca FAQ dari aplikasi ini, melihat beberapa screenshot dan informasi secara general artikel di Dashboard website bisa terlihat kalau tools ini untuk mempermudah hidup ketika kita punya banyak node server. Singkatnya tools ini baru di deploy under Windows (versi alpha) saja, dan menurut informasi Linux dan Mac akan di develop ketika memasuki fase beta.
Untuk tanya jawab seputar FAQ lebih lanjut dan issue terkait software bisa mengunjungi forum Cluster Manager.
Cara Menggunakan
Untuk mulai menggunakan, silakan download pada website developer. Terdapat 2 versi, yaitu versi 32bit dan 64bit. Saya lebih menyarankan 64bit karena rata-rata semua machine sudah 64bit, betul?
Pertama kita tambahkan dulu cluster pertama kita.

Isi cluster name dengan cluster yang kita inginkan.
- Pada bagian Login gunakan root@pam dan login sebagai root password.
- Masukkan root password pada kolom Password.
- Masukkan API Token dari interface Proxmox.
- Masukkan URL Cluster dengan URL Proxmox, by default port 8006.

Cara Mendapatkan API Token
Bagaimana cara mendapatkan API Token ini? Ini bisa di dapat dengan cara login web Proxmox sebagai level Administrator atau root. Kemudian klik Create Cluster. Isi sesuai kebutuhan kamu. Menu ini bisa diakses dari menu Datacenter.

Jika sudah berhasil terbuat, bisa klik Join Information untuk mendapatkan API Token tersebut. Kamu tinggal copy saja informasi dari kolom Join Information ke kolom API Token.

Selesai, kini kamu bisa login ke Cluster Manager Proxmox.