Amerika Murka, Semua Dilibas

Ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja, apalagi dengan beberapa kebijakan yang di kenakan oleh Trump ke seluruh dunia. Lalu seberapa besar dampaknya terhadap perekonomian Indonesia sendiri? Apakah krisis bakal terjadi lagi?

Kebijakan Trump

Pasca terpilih menjadi Presiden Amerika, Trump nampaknya tidak mau diam di zona nyaman. Karena pada kampanya ia akan membuat Amerika berjaya kembali. Seperti yang kita tahu, dolar US adalah safe heaven bagi para investor dan pelaku usaha. Karena semua orang trade-in pada dolar US.

Namun baru-baru ini Indonesia join ke BRICS dan menjadi anggota tetap BRICS. Total bruto ekonomi semua negara mencapai 37,3% dari total domestik bruto dunia (2024). Sedangkan ekonomi Amerika mencapai 26,23% dari total domestik bruto dunia (2023). Apalagi adanya rumor bahwa negara BRICS akan menciptakan mata uang regional baru dan menggalakan program de-dolarisasi. Artinya, semua transaksi tidak perlu pakai dolar US.

Sudah was-was Amerika bakal tertinggal, maka Trump langsung tarik gas dan memberikan sejumlah tarif import cukup tinggi, termasuk Indonesia. Tarif import tersebut sebesar 32% untuk semua produk Indonesia yang di export ke Amerika. Dampaknya adalah animo orang untuk import pasti bakal menurun, karena sangat tinggi pajaknya.

New Development Bank

Ketika Indonesia bergabung dengan NDB (New Devepment Bank) saya cukup terkejut karena kebijakan kita sangat cepat dalam hal implementasi. Meski bank NDB masih kecil valuasinya (sekitar 100 Milyar dolar) namun rating yang diberikan oleh vendor swasta cukup menjanjikan. Karena ratingnya adalah AA+.

Kita tidak mau terjebak pada krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam. Dimana Amerika take over ekonomi dunia dan kesalahan fatal kita adalah meminjam IMF (Bank Dunia) dengan persyaratan yang memberatkan ekonomi Indonesia.

Dengan adanya NDB lebih transparan dan lebih masuk akal dalam hal pendanaan.

  1. Indonesia mendapatkan akses lebih besar terhadap pendanaan untuk proyek-proyek strategis, seperti infrastruktur, energi terbarukan, dan konektivitas digital.
  2. Keanggotaan di NDB diharapkan mendorong modernisasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
  3. Bergabungnya Indonesia memperkuat posisi negara di panggung global, terutama di antara negara-negara berkembang.
  4. Indonesia dapat membangun kemitraan dengan negara-negara berkembang lainnya untuk menghadapi tantangan global.

Banyak sekali manfaat yang bakal kita dapatkan secara jangka panjang jika mendapatkan pendanaan dari NDB.

Yang harus kita lakukan

Sebagai masyarakat ada beberapa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi kebijakan Trump dan dampaknya.

  1. Mulai tinggalkan ketergantungan produk luar.
  2. Mulai beralih ke produk buatan dalam negeri.
  3. Mulai menggunakan uang dengan bijak.
  4. Lakukan investasi dengan bijak dan aman.
  5. Jangan selalu terpaku dengan sumber dana utama, cari sumber dana lain.
  6. Jangan terlalu berkiblat pada Amerika.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *