Akhirnya China berhasil dengan terobosan barunya, yaitu memanen air. Cara ini dinilai adalah sebuah inovasi yang sangat baru, apalagi adanya fenomena di beberapa belahan dunia lain ada yang kekurangan air. Sebutlah seperti Singapura, negara yang sulit mendapatkan air, bergantung dari impor saja.
AtmosWell
Proyek ini di inisiasi oleh perusahaan bernama AtmosWell dan bekerja sama dengan Universitas Jiao Tong Shanghai, dan menghasilkan 3 jenis teknologi berbeda dalam memproduksi air.
- Teknologi pertama, menggunakan kondensasi udara menjadi air. Di rancang untuk wilayah panas dan lembap.
- Teknologi kedua, menggabungkan dehumidifikasi berbasis konversi energi dengan proses kondensasi. Ditujukan untuk daerah semi kering.
- Teknologi ketiga, dengan mengintegrasikan material junkie dengan teknologi pompa panas sehingga ekstraksi air bahkan di wilayah ekstrim kering.
Target utamanya adalah memanfaatkan produksi air untuk daerah yang sulit mendapatkan air.
Tantangan
Adapun tantangan teknologi ini yaitu efisiensi masih bisa ditingkatkan lagi. Ternyata untuk menghasilkan 4 liter air membutuhkan listrik sekitar 1kw pada lingkungan yang dingin dan lembap. Sedangkan pada lingkungan yang agak kering, membutuhkan listrik antara 2kw hingga 4kw untuk menghasilkan 1 liter air.
Hal ini jelas adalah tantangan tersendiri dalam mengembangkan produksi air. Apalagi berfokus pada efisiensi energi dan efisiensi produk material pendukung.
Kalau air dengan mudah di produksi dari udara, mungkin alat ini sangat laku keras di pasaran ya?
sumber [1]