GoTo: Tentang Ketahanan Data Kita

GOTO

Beredar kabar bahwa salah satu ecommerce terbesar di Indonesia dan katanya sih menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia bakal diakuisisi. Banyak artikel yang mengatakan kalau GoTo itu adalah perusahaan lokal dan yang punya benar-benar orang lokal Indonesia. Kemudian ada kaitannya dengan ketahanan data kita jika dibeli asing. Mari kita bahas.

Ketahanan Data

Beberapa waktu terakhir beredar isu bahwa GoTo bakal di akuisisi, namun imbasnya adalah ketahanan data, mengingat perusahaan hijau tersebut sudah memiliki user base yang sangat banyak. Saat ini belum ada tahu persisnya berapa jumlah pelanggan Tokopedia, namun data dari kontan.co.id pada tahun 2020 terdapat 91 juta pengguna tokopedia yang dijual akibat kebocoran data.

Berarti bisa kita proyeksikan tahun 2025 data Tokopedia mungkin saja bisa diatas 120 juta. Namun apa korelasinya ketahanan data dengan akuisisi asing?

Tapi pernah tahu gak sih berapa angka tepatnya GoTo ini? Menurut sumber laporan keuangan tahunan 2024, GoTo mencatat mitra mereka yaitu pedagang tercatat ada lebih dari 5.3 juta. Sedangkan mitra pengemudi tercatat lebih dari 3 juta, dengan 16% pertumbuhan transaksi bulanan.

Pemilik GoTo

Agar lebih mudah mencerna lagi mari kita kumpulkan bukti. Sebenarnya pemilik Tokopedia siapa sih? Dilansir id.investing.com bahwa pemilik institusional teratas bukan perusahaan Indonesia.

Ternyata 2 teratas atau sebanyak 8% an, saham GoTo milik perusahaan Singapura dan Alibaba. Sedangkan sekitar 5% an baru sahamnya milik perusahaan Indonesia.

Lho?! Apa maksudnya? Hal ini berarti pemilik GoTo sebenarnya bukan punya anak bangsa atau perusahaan lokal. Pemangku kebijakan berada pada investor dengan nilai saham terbesar.

Kebocoran Data

Jika kita membicarakan kebocoran data, di Indonesia sepertinya sudah biasa. Karena saking seringnya, bisa disimpulkan bahwa negara kita tidak terlalu mementingkan integritas data nasional. Bahkan sampai masuk top 10 besar.

Jadi saya rasa tidak perlu heboh kalau GoTo mau diakuisisi oleh asing atau swasta dari luar negeri. Atau RI datanya selalu bocor terus nih. Saya merasa pemerintah kurang memperhatikan ketahanan data di Indonesia. Padahal data is the new oil.

Sebagai pihak swasta yang mau cari cuan, tentu saja data pribadi pelanggan akan digunakan sebagai referensi dalam sales atau dalam marketing.

Jadi saya mau menggaris bawahi bahwa memang sejak awal perusahaan yang besar ini bukan milik anak bangsa. Kebanyakan semua saham perusahaan start-up sudah pasti duitnya dari luar negeri. Jadi masih mau bilang GoTo adalah milik anak bangsa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *