Mengapa Orang Malas Jalan Kaki di Indonesia?

Sekarang saya mau bahas hal receh, yaitu alasan orang malas jalan kaki di Indonesia. Sebenarnya hampir dari kita semua tahu alasannya. Tapi gapapa, mungkin ada orang luar yang membaca blog saya dan bisa mendapatkan pengetahuan. Sejujurnya, dulu juga saya sempat malas jalan kaki, tapi beberapa tahun terakhir mulai semangat karena saya pengguna KRL commuter line aktif setiap hari.

Faktor Cuaca

Kita semua setuju sekali kalau faktor cuaca adalah dalang utama kenapa orang bisa malas jalan kaki. Iklim di Indonesia sangat berbeda dengan iklim yang ada di luar negeri, seperti Eropa. Di sana terdapat 4 musim atau 3 musim, di Indonesia sendiri hanya ada musim hujan dan panas. Tapi makin ke sini kamu bisa merasakan kalau musim di Indonesia sudah mulai sulit di prediksi. Kadang panas seminggu, kadang hujan 4 hari berturut-turut.

Coba kamu bayangkan berjalan kaki siang bolong misalnya untuk membeli makanan. Misal jaraknya 1,5 km, berarti bolak balik total 3 km. Dengan panas yang menyengat jika tidak menggunakan topi atau payung, dalam seminggu kulit kamu bisa berubah jadi warna pink atau merah lebam.

Tapi untuk faktor cuaca kurang berlaku kalau kalian berada di dataran tinggi, dimana hawa cuaca tersebut cenderung sejuk dan tidak terlalu panas, seperti lembang, puncak bogor, dsb.

Faktor Mood

Percaya atau tidak kebanyakan anak muda di Indonesia jika ingin melakukan sesuatu, biasanya mengandalkan mood. Apakah pada hari itu moodnya sedang bagus atau lagi tidak bagus. Hasil keputusan bisa berubah drastis akibat dari mood.

Serba Mudah

Dengan berlatar belakang penduduk yang berjumlah 280 juta lebih, ternyata mendorong banyak pengusaha untuk mengembangkan inovasi, salah satunya di bidang transportasi. Kita bisa lihat dalam beberapa tahun terakhir Indonesia diserbu oleh banyak aplikasi ojol yang punya banyak fitur menarik. Ada fitur antar penumpang, antar barang, bahkan fitur belanja ke supermarket diantar sama ojol juga barang belanjaannya.

Saya pribadi agak bingung, dengan teknologi yang membuat semua makin mudah ini, apakah kita patut bersyukur atau sebenarnya budaya jalan kaki ini sedikit demi sedikit mulai terhapus dari peradaban Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *