Sejak pertama kali kasus dugaan mega korupsi BBM Pertamina meledak dan menjadi sorotan publik, saya sudah tidak heran. Kasus tersebut sebelumnya di selidiki oleh Kejagung bahwa dugaan BBM jenis RON 90 di oplos menjadi RON 92. Dalam hal ini Pertalite ke Pertamax. Kemudian BBM RON 90 diduga dibeli dengan harga murah, tapi dijual seharga RON 92 setelah dicampur zat aditif tertentu.
Merugikan Masyarakat
Tentu dugaan kasus yang nilai korupsinya hingga 1000 Triliun sangat merugikan masyarakat. Soalnya duit yang dibeli untuk BBM tersebut juga dari APBN negara. Walaupun negara mengatakan negara mengalami kerugian, tapi nyatanya dalam hal ini masyarakat yang paling merugi.
Spesifikasi Tidak Semestinya
Ternyata oplosan atau blending dari RON 90 (Pertalite) dengan RON 92 (Pertamax) bisa menghasilkan RON antara 91 hingga 92. Kemudian dengan ditambahkan zat aditif untuk membantu meningkatkan nilai oktan RON serta performa mesin.
Artinya apa, jika Pertamina membeli bensin jenis RON 88 dan di oplos atau blending dengan RON 90 untuk menghasilkan RON 90 berarti kan bisa saja bukan?
Kebetulan mobil Rush saya pernah coba isi Pertamax dan pada indikator ODOO meter rata-rata 1 liter bensin setara dengan 11.3 hingga 11.9 km. Sedangkan dengan isi Shell 92 rata-rata 1 liter bensin setara dengan 12.1 – 13 km untuk perjalanan biasa (tidak tancep gas).
Hilang Kepercayaan
Walaupun kasus tersebut bergulir sejak 2018 hingga 2023 tapi mulai saat itu paling tidak diri saya sendiri sudah hilang kepercayaan dengan Pertamina. Niat hati membantu meringankan pemerintah, namun malah di khianati oleh segelintir orang. Saran saya lebih baik Pertamina ini benar-benar di audit secara external baik itu perusahaan induk beserta dengan perusahaan anak cucunya.
Sebenarnya saya mengisi BBM seperti mobil dan motor mayoritas sudah menggunakan Shell pasca covid. Ada beberapa hal, tapi performa yang dirasakan sangat berbeda jauh dengan Pertamina. Bahkan saya merasa lebih hemat pengeluaran bensin ketimbang isi di Pertamina.
Ini bukan masalah untung rugi. Ini masalah duit masyarakat yang hilang, apalagi periode tersebut masih ada Covid. Saya merasa hukuman mati untuk tersangka kasus koruptor ini adalah hukuman yang paling cocok untuk keadilan masyarakat.