Bagi umat muslim rukun haji jika mampu adalah suatu misi yang sangat utama, apalagi ketika usia sudah cukup berumur dan rezeki sudah sangat mencukupi. Tapi ternyata dibalik itu semua ada cerita bisu yang tidak semua orang tahu, bahwa polemik kuota haji lebih dari itu.
Korupsi Kuota Haji

Berita yang hampir setiap 5 tahun sekali kita dengar adalah ada menteri yang diduga melakukan korupsi kuota haji. Dan berita ini ternyata ada lagi di tahun 2026, sudah masuk 5 hari lalu sejak saya posting ini. Jadi ketika MBZ memberikan kuota sebesar 20.000 kepada pemerintah Indonesia, titik permasalahannya ternyata lebih dari yang kita kira.
Masalah Teknis di Lapangan
Ternyata, ketika mendapatkan kuota haji dari pemerintah Arab itu bisa 2, kita senang bisa mendapatkan tambahan quota haji dan kedua Badan Pengelola Haji ini bingung bagaimana mengkondisikan di medan lapangan nanti.
Karena kabarnya, dulu pada tahun 2023 pemerintah Indonesia pernah mendapatkan kuota haji sebesar 8000 slot, namun implementasi teknis ke peserta haji lumayan berantakan. Karena kabarnya di sana tidak semua peserta haji mendapatkan tenda. Terdengar sepele, tapi ini sangat serius.

Kita lihat berita 2024 lalu, ada sebanyak 550 jemaah haji tewas akibar cuaca panas.

Kemudian di tahun 2025 ada lebih dari 1300 jemaah haji yang meninggal dunia akibat panas ekstrem di Arab Saudi.

Dilansir dari detiknews, ternyata suhu yang ada di Mekkah mencapai 50 derajat celsius. Walaupun tidak selamanya 50 derajat, namun diperkirakan dari 45 derajat hingga 50 derajat. Paling tidak panas sebesar itu sangat cukup untuk membuat manusia setidaknya dehidrasi dan kelelahan akibat efek panas. Kita harus ingat, peserta haji tidak semuanya muda. Malah sebagian besar kebanyakan para lansia atau manusia yang usianya di atas 50 tahun.
Gus Yaqut & Lingkaran
Pada dasarnya saya skeptis apakah memang benar lingkaran pemerintah itu sebegitu parahnya. Namun lewat podcast AFU saya melihat ada persepsi yang berbeda, persepsi tidak menyerang A dan tidak menyerang B.
Ternyata masalah quota haji itu ada perhitungannya, dan di dasarkan kepada nilai kemanusiaan. Maksudnya apa? Jadi pada tahun 2023 silam kuota haji ditambah dan berdasarkan fakta berita sudah ada ratusan yang meninggal. Diceritakan bahwa lahan haji tidak pernah bertambah, artinya dari dulu hingga sekarang tidak ada pemekaran luas wilayah haji. Bayangkan jika ditambah 20.000 per tahun, berapa banyak ribu peserta haji yang akan meninggal karena tidak kebagian tenda, karena panas ekstrem.
Ceritanya sangat komplex dan saya tidak bisa mengetik semuanya hasil intisari podcast ke blog ini, demi keamanan blog saya hehe. Jangan sampai kena strike nanti dilaporkan orang. Jadi kalian bisa nonton langsung aja. Anyway beberapa permasalahan utama sudah saya jabarkan sedikit.