Review Layanan Jenius

Bank Jenius

Pada hari ini mari kita membahas tentang layanan Jenius. Dulunya Jenius adalah bagian dari bank btpn. Di saat bank digital tidak ada (belum mulai start), Jenius adalah pioneer yang melakukannya. Pada saat itu tahun 2017 saya mendaftar Jenius karena beberapa keunggulan yang dimiliki.

Buat Paypal

Pada tahun 2007 silam generasi awal Paypal masuk ke pasar Indonesia, dan sangat sulit dari sisi kita untuk melakukan aktivasi yang non cc. Bagi mereka yang sudah bekerja, gampang. Tinggal pakai kartu kredit. Lalu pada zaman dulu masih belum punya penghasilan, alias masih sekolah biasanya kita menggunakan yang namanya vcc (Virtual Credit Card).

Namun sayang vcc ini ada kelemahan, yaitu sangat mudah di reject dan harus menggunakan vcc lainnya agar bisa di validasi.

Nah dulu bank Jenius menyediakan layanan Visa card on-demand dan kartunya bisa terhubung langsung dengan layanan Paypal. Bahkan hingga saat ini saya masih menggunakannya untuk melakukan pembayaran internasional.

Tidak ada potongan

Kamu pasti setuju kalau di bank tidak ada iuran bulanan, maka sudah pasti kamu akan menggunakan layanan tersebut. Ya, Jenius hingga 2018 tidak mengenakan biaya apapun. Sehingga sangat hemat dan bagus kalau kamu mencari suku bunga dan mengandalkan deposit uang di atas 1 juta.

Namun saya saat ini sudah ada feasible atau potongan iuran sebesar 10ribu untuk meningkatkan layanan. Sayangnya menurut saya peningkatakan layanan tidak terlalu bertambah secara signifikan.

Leading Online Bank

Menurut saya Jenius dulu adalah leading pertama dan pioneer untuk urusan online bank. Karena pada saat itu bank pelat merah semuanya masih manual, apa-apa harus datang ke kantor cabang, tidak semudah Jenius. Tinggal download aplikasi, daftar, foto, lalu kartunya diantarkan sesuai alamat. Kalau mau blokir tinggal lewat aplikasi, dan bisa gratis tarik tunai hingga 10x dalam sebulan.

Namun aturan saat ini sudah dilakukan penyesuaian, seperti besarnya saldo minimal agar bisa melakukan gratis tarik tunai ke semua bank ATM. Kemudian dibatasi banyaknya bisa tarik tunai gratis.

Layanan QRIS

Sayangnya layanan QRIS tidak secepat dengan perkembangan Jenius. Setelah bertransformasi saya merasa layanan QRIS Jenius itu malah yang paling busuk ketimbang bank lain. Di scan lama pun tidak langsung identifikasi kode. Sedangkan bank lain / aplikasi seperti OVO bahkan DANA bisa langsung scan sepersekian detik ketika kode di scan.

Ini adalah masukan serius, karena QRIS saat ini sangat penting, bahkan menjadi fondasi ekonomi utama BI dalam melakukan fiskal di Indonesia. Masalah QRIS ini suda menjamur di Jenius dan seakan-akan tidak ada perubahan yang signifikan. Pengguna hanya ingin bisa menggunakan fitur QRIS seperti halnya dengan fungsi bank lainnya.

Layanan Bantuan SOP nya Brutal

Jadi saat ini sedang marak kasus penggelalapan data, atau manipulasi data. Kebetulan data orangtua saya dipakai, soalnya ada notifkasi SMS dari Jenius. Saya ajukan laporan data ortu ada yang abuse dan minta di hapuskan, padahal sudah jelas saya katakan ortu saya tidak pernah pakai Jenius, ini ada yang abuse. Tapi help support selalu konsisten minta data nomor nasabah Jenius. SOP kalau tidak pakai akal sehat jadinya aneh.

Dan masih ada beberapa hal teknis lainnya yang aneh. Jenius sekarang berbeda dengan yang dulu. Jenius dulu selalu memakai akal sehat dan inovasi. Sekarang manut aja kaya robot dengan aturan, tanpa menggunakan akal sehat dan logika.

Saya pribadi masih rekomendasikan Jenius untuk layanan internasional apalagi link Visa ke Paypal. Namun prosedur keamanan dan efektivitas security system milik Jenius menurut saya masih dipertanyakan, mengingat banyaknya laporan aduan duit hilang tapi prosedurnya agak aneh, yaitu main blokir sepihak. Sangat disayangkan, semoga Jenius masih terus relevan dan menggunakan akal sehat dan logikanya dalam melayani nasabah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *