Masih fresh berita ini di akhir tahun 2025. Dimana Singapura negara tetangga Indonesia ini dikabarkan melakukan PHK besar-besaran hampir 20.000 tenaga kerja. Data ini di konfirmasi oleh kementrian perdagangan dan pariwisata Singapura sendiri.
Sektor Terdampak
Diantaranya ada sektor teknologi informasi, tenaga professional seperti manager, serta perdagangan real-estate atau properti. Jadi tidak heran kalau tahun ini kata kementrian perdagangan Singapura kalau tingkat pengangguran di Singapura naik dari 1,9% menjadi 2% di tahun 2025. Walaupun angka persentase ini terbilang kecil, tapi kita harus ingat kalau jumlah penduduk Singapura itu sangat sedikit yaitu 6 juta jiwa saja.

Dilansir dari CNBC, beberapa sektor yang terkena seperti layanan professional, real-estate properti, teknologi informasi. Data ini diambil per November 2025 dan per quartal terakhir. Jumlah detailnya :
- Sektor realestate = 4.400 posisi
- Sektor teknologi informasi = 4.100 posisi
- Pedagang ritel = 3.800
- Pedagang besar = 1.900
- Pendidikan = 900
- Food n Beverage = 600
Apa yang melatarbelakangi?
Ada banyak faktor yang menelatarbelakangi Singapura melakukan PHK besar-besaran, bahkan pada sektor strategis sekali pun.
- Biaya tinggi dan harga sewa tinggi.
- Inflasi tinggi.
- Adanya peran AI sebagai automasi.
- Mata uang Singapura terlalu kuat, sehingga lebih banyak import.
- Pergeseran kebutuhan tenaga kerja.