Seminggu terakhir muncul sebuah kejadian yang sangat wadidaw, yaitu munculnya hashtag #KaburAjaDulu. Kejadian ini hanya terjadi di platform X saja. Jadi menurut hashtag tersebut, banyak sekali lowongan kerja di luar dan berkarier hingga hidup di luar negeri. Ini benaran apa lelucon sih?
Susah Cari Kerja
Kebanyakan dari mereka yang bermain di platform X adalah para pekerja yang sudah muak dan frustasi dengan sistem kerja yang ada di Indonesia. Namun lebih banyak mereka yang saat ini merasa tidak punya kesempatan untuk bekerja dan ingin mencari peruntungan dengan belajar di negeri orang kemudian berkarier hingga hidup di negeri orang secara mandiri.
Fakta WNI Jadi WNA
Informasi ini saya dapat dari Dirjen Imigrasi Kemenkumham lewat Kompas, dimana rentang usia yang pindah memilih menjadi warga negara Singapura sebanyak 3.912 dalam rentang waktu 2019-2022. Maka jika kita bagi rata-rata dalam setahun hampir 1000 WNI yang pindah kewarganegaraan Singapura.
Sedangkan rentang usia yang pindah menjadi warga negara Singapura berkisar antara 25 tahun hingga 35 tahun. Tentu saja usia ini adalah usia muda yang sangat produktif untuk belajar atau bekerja.
Brain Drain
Jadi menurut Febriyani Suryaningrum, fenomena ini dinamakan Brain Drain. Hastag #KaburAjaDulu yaitu kondisi ketika talenta terampil atau berpotensi di Indonesia memilih pindah ke negara lain, bahkan sampai ganti kewarganegaraan demi meraih standard hidup yang baik, pendidikan yang cukup, serta jenjang karir yang bagus di luar negeri.
Masalah Penghasilan
Dalam hal ini saya sangat setuju dengan guru gembul bahwa masalah penghasilan adalah masalah utama di Indonesia. Untuk mendapatkan penghasilan yang lumayan namun dengan cara yang halal adalah tantangan tersendiri.
Faktanya tahun 2024 inflasi di Indonesia kisaran 6% namun tidak semua perusahaan bisa memenuhi hal tersebut. Bagi karyawan vendor atau kontrak biasanya kenaikan pertahun antara 100 ribu hingga 300 ribu. Tentu hal itu sangat tidak sebanding dengan inflasi harga yang ada.
Jatah Orang Dalam
Faktanya dari tahun ke tahun lapangan pekerjaan yang ada makin sedikit. Bahkan ketika kita sangat faham dan expert di suatu bidang nantinya bakal kalah persaingan dengan suatu perusahaan. Kita mengenal istilah yang namanya orang dalam. Tentu kekuatan ordal dalam suatu perusahaan sangat kuat. Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka yang berkompeten akan kalah persaingan dengan jatah orang dalam.
Jadi ketika melihat fakta dan realita yang ada tentu hashtag ini adalah gerakan yang tidak main-main. Saya memprediksi akan lebih banyak kaum muda yang bakal mencari kerja di luar negeri dan mungkin jika berkesempatan menjadi warga negara asing karena faktor di atas.