Salah satu fitur pada virtualizor yang saat ini saya sukai adalah fungsi HAProxy dan fitur Domain Forwarding. Karena kebanyakan projek saya menggunakan NAT, maka fitur ini sangat bermanfaat sekali. Apalagi ketika kita deploy banyak VPS namun hanya tersedia 1 public IPv4 saja. Bagi yang belum tahu, mungkin agak frustasi juga nyari menunya.
Fitur HA Proxy
HA Proxy bisa diaktifkan dengan cara login sebagai root pada panel interface Virtualizor di web browser. Fitur ini bisa kamu cari pada “Master Setting”.

Lalu scroll ke bawah hingga akhirnya kamu menemukan HA Proxy Settings. Fyi saja, di bawah ini adalah settingan yang saya apply untuk kebutuhan saya sendiri. Untuk mengaktifkan, jangan lupa untuk ceklis pada kolom “Enable HAProxy”.

Penjelasan Rules HA Proxy
Oke, jadi ada beberapa menu dalam HA Proxy.
- HAProxy Blocked Ports
Ini adalah daftar port yang di blokir, artinya yang tidak dapat digunakan oleh guest vm lain. Biasanya saya disable beberapa port penting seperti port SMTP, IMAP, POP, dsb. - HAProxy Reserved ports
Ini adalah port yang disediakan oleh HTTP. Biasanya saya selalu isi 80 dan 443. - HAProxy Allowed ports
Kemudian pada menu ini adalah list port yang bisa digunakan oleh guest vm, bisa digunakan pada TCP dan HTTP. Nah di sini saya allow 80 dan 443, serta range open port yang bisa digunakan guest vm.
Kemudian kita aktifkan juga pada slave settings. Sebenarnya master dan slave tergantung settingan pada Virtualizor yang kamu gunakan. Apakah kamu menggunakan centralised host node atau menggunakan beberapa hostnode. Ini tergantung kebutuhan.

Kurang lebih pada settingan Slave Setting sama seperti Master setting.
Begitulah cara setting HAProxy pada Virtualizor. Semoga membantu.