Keluh Kesah Pakai Coretax

coretax djp

Hari sudah mendekat akhir Maret 2026, namun saya belum melaporkan pajak tahunan ke portal Coretax. Alasannya simpel, UI nya benar-benar tidak bisa dimengerti. Walaupun saya punya background sistem informasi dan bekerja di bidang IT infra, entah kenapa orang yang mendesain Coretax ini sepertinya punya dunia sendiri dalam menentukan menu.

Tidak User Friendly

Menu pada Coretax saat saya menjajal sendiri sebagai orang awam, menurut saya ini sangat tidak user friendly. Kalau zaman dulu kuliah di sistem informasi, sebagai desainer system, kita harus bisa menyediakan interface yang nyaman untuk user. Baik itu orang yang mengerti pajak, dan orang yang tidak mengerti pajak.

Banyak Istilah Aneh

Pengelola interface Coretax harus punya strategi cerdas bagaimana mereka menggunakan istilah yang mudah dimengerti untuk masyarakat dalam menentukan bahasa yang diartikan ke pasal-pasal. Seperti ada pertanyaan, apakah sudah termasuk PPh pasal21, 23, 25, dst.

Orang mau lapor pajak, we dont even fvcking care with that. Orang hanya mau lapor pajak, karena istilah aneh dan menurut saya tidak relevan dengan semua orang, kita tidak boleh tinggi ego. Kalau itu istilah pajak, sudah biasa dipakai di orang pajak, please jangan dipake dengan kita yang sama sekali tidak mengerti. Saya aja orang IT tidak pernah pakai bahasa aneh yang biasa kita pakai di IT untuk customer atau orang lain. Jadi make it simple.

Telat lapor malah di sanksi

Ini kelewat aneh lagi. Kita sudah bayar pajak, bayar ini itu sesuai gaji. Telat lapor karena perubahan system dan memang banyak bugs, telat malah di sanksi. Ini menurut saya kelewat lucu. Duit sudah masuk negara, tapi cuma belum lapor malah di sanksi. Belum lagi coretaxnya yang bahasanya aneh dan sulit di mengerti.

Overall tiap tahun saya selalu bingung ngisi pajak, tapi sistem yang lama masih bisa di maklumi karena ada panduan terstruktur, yes itu sangat membantu. Lalu dengan coretax yang baru ini, saya sudah coba meluangkan waktu 1 jam untuk isi, tapi tetep saja bingung, saya harus mulai dari mana, harus ngapain dulu, dsb. saya ikuti tutorial orang lain, ternyata beda sama interface kita study casenya, jadi benar-benar bingung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *