Ada hal baru yang beberapa waktu lalu saya baca dan telusuri, bahwa ketika Presiden Prabowo ketika dikasih mic untuk diberikan waktu dan tempat podium, ternyata kata beberapa netizen malah membuat rupiah nyungsep. Adapun beberapa momen saya mencoba menangkap dan mencocoklogi, apa emang benar atau cuma cocoklogi saja sih?
Pidato Sidang Paripurna DPR
Pidato pertama yaitu tanggal 20 Mei 2026, kyaitu pidato Sidang Paripurna DPR. Jadi pada waktu itu Presiden menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF). Lalu entah kenapa grafik live dari IHSG langsung terpantau berbalik melemah.
Kemudian beberapa netizen mengkaitkan ini, bahwa hanya dalam < 60 menit presiden melakukan pidato, ternyata IHSG langsung jadi merah menyala.
Pidato Isu Ekonomi Terbuka
Dalam beberapa kesempatan pidato presiden lainnya, yaitu terjadi pada bulan Mei – Juni 2026, tidak diduga-duga ternyata pasar langsung merespon dengan fluktuatif. Ketika presiden menyinggung beberapa hal seperti penghematan anggara, penutupan BUMN yang rugi, hingga hilirisasi, ternyata bursa bergerak ke zona merah.
Pernyataan Santai tentang Kurs
Kemudian pada bulan Mei 2026, ketika pernyataan santai presiden tentang kurs. Ketika dolar sempat menyentuh di angka lebih dari 17.600 rupiah terhadap USD, presiden menyatakan masyarakat di desa tidak terlalu terdampak. Karena tidak ada transaksi yang menggunakan dolar di desa. Ya memang sih, tapi bahan baku kita rata-rata kan masih import dari Amrik?
Jadi itulah beberapa momen yang saya rangkum ketika netizen mengkait-kaitkan atau cocoklogi antara pidato mic presiden dengan ambruknya IHSG atau kurs rupiah terhadap dolar.